
Ditemani hawa dingin yang berselimut gelapnya malam,
Aku susuri jalanan panjang yang ditingkahi deru kendaraan dan lalu lalang orang
Sudah puluhan bahkan ratusan kali jalan ini kulalui
Namun kali ini ada getaran yang berbeda menyengat hatiku
Langkah lunglai anak penjaja cobek memaksa buliran bening membasahi mataku
Mulut mungil pengamen jalanan mengejar kendaraan di lampu merah sesaat membuat tenggorokanku tercekat
Masih ada anak yang dinista ayahnya
Banyak perempuan yang mengadu nasibnya di negeri orang
Seketika aku terbenam dalam kesedihan
Terpuruk dalam kepedihan
Berganti2 dengan pemandangan di luar kendaraan yg kutumpangi
Ini bukan mimpi
Ini kenyataan
Tapi sebagai orang yg beriman, aku sadar sepenuhnya
Potret ketidakberdayaan dan bentangan masalah bukan untuk diratapi,
Juga bukan untuk ditangisi
Aku menyadari lemahnya diriku
Terbatasnya kemampuanku
Belum lagi usai kerjaku
Masih belum purna usahaku
Sejenak kulemparkan pandanganku ke luar jendela
Mencari sumber cahaya yang memantul
Oo, ternyata rembulan setia menemani malam
Cahayanya yang menyebar menyadarkanku bahwa gulita takkan berlangsung lama
karena pendarnya yang selalu menyapa
Malampun tak mampu mengelak saat mentari hadir mengganti
Pun, siang takkan selamanya, ketika lembayung senja mulai merona
Kemarau pun tak kuasa menebar gersang ketika hujan mulai mengguyur
Begitulah Tuhan mempergilirkan
Bersama kesulitan ada kemudahan
Di tengah masalah, selalu ada celah
Di antara persoalan, pasti tersedia penyelesaian
Ya, aku tersadar, Dia hamparkan tantangan agar kita membuat pilihan
Dia berikan ujian supaya kita membentangkan harapan
Apa namanya ketika petani tetap menanami sawahnya
Padahal musim penghujan tak tentu datangnya
Apa namanya ketika nelayan tetap menebar jala saat badai menerpa
kalau bukan karena sebuah asa
Ya, untuk sebuah asa, kita mesti berusaha
Karena sebuah asa, kita harus bekerja
Dengan sebuah asa, kita terus bergelora
Asaku terbentang seluas langit biru,
Tak pernah tersekat oleh ruang dan waktu
Karena kuyakin rahmatNya tak perlu diragu
Mari hamparkan asaku, asamu, asa Indonesia kita,
Pada lembaran baru yang pasti berwarna
Curahkan segenap rasa dan cinta
Wujudkan mimpi lewat kerja
Mari torehkan asa
Asa yang selalu membara
Membangun Indonesia yang Berjaya
Selamat Tahun Baru Masehi 2014
Catatan Perjalanan Bandung-Bogor
30 Desember 2013
0 Response to ""Asa Yang Selalu Membara" puisi akhir tahun Gubenur Jabar @aheryawan"
Posting Komentar
Tinggalkan Pesan Anda: